Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2015

Review Film: Taare Zameen Par (Seperti Bintang-bintang di Langit)

Oleh: Gurnadi R. 

Tokoh utama   : Ishaan Nandkishore Awast & Ram Shankar Nikumbh
Sutradara         : Aamir Kahn
Produser          : Aamir Khan
Tahun rilis       : 21 Desember 2007 (Film)
Negara asal      : India
Bahasa             : Hindi atau English







Hukuman dan label buruk adalah hal yang harus diterima oleh murid bodoh, nakal, dan malas, begitulah dunia memperlakukan murid yang bermasalah. Film "Taare Zameen Par" menggambarkan dengan apik kisah Ishaa, seorang murid berumur 8 tahun yang menderita dislexia. Dislexia memungkinkan penderita kesulitan memahami tulisan dan membaca, biasanya penderita ini dibarengi dengan kejalan lain seperti kekurangan konsentrasi dalam memahami banyak instruksi dan ganguan lain seperti lemahnya saraf motorik. Hal tersebut membuat Ishaa sulit mengikuti pelajaran di sekolah.

Sabtu, 07 Juni 2014

Motivasi Belajar: Tidak ada yang sulit



Oleh: Kartika Dwi Ningsih, S.Pd

Menjadi guru kelas 3 sekolah dasar tentu bukanlah perkara yang mudah. Banyak sekali kejadian dan pelajaran yang bisa diambil dalam pembelajaran di kelas 3. Salah satunya adalah mengahadapi siswa yang seringkali berkata sulit, ribet,susah sebelum dia mencobanya. Kejadian ini saya alami dengan siswa saya yang bernama Rifat.

Rifat sebenarnya anak yang pintar, dia memiliki hafalan yang  baik dalam perkalian atau hal yang lainnya. Namun seringkali dia berkata sulit bu, susah, dan ribet sebelum mengerjakan soal yang diberikan. Sehingga dia cenderung tidak menyelesaikan pekerjaannya bahkan tidak mengerjakannya. Namun saya tidak menyerah begitu saja dan saya tidak mau mengalah dengan pernyataannya. Tentu menyelesaikannya bukan dengan membiarkannya atau mengabaikan ucapannya. Karena yang saya tahu semakin sering dia berucap seperti itu dia akan benar-benar tidak akan percaya diri mengerjakan tugas walaupun dia bisa. 

Jumat, 03 Januari 2014

Transformasi Jilbab

Oleh: Kartika Dwi Ningsih, S.Pd
 
Entah senang atau bagaimana perasaan ini memandang begitu banyak perubahan yang sangat terasa terjadi pada muslimah saat ini. Hal yang paling terasa adalah beberapa perubahan gaya hidup muslimah saat ini. Perubahan pasti terjadi, karena memang saat ini zaman terus mengalami perkembangan dan waktu tidak pernah berhenti berputar. Namun haruskah perempuan-perempuan muslimah mengikuti perubahan hanya karena ingin terlihat modern dan akhirnya mengabaikan ketentuan-ketentuan Islam dalam Al-Qur’an. 

Selasa, 03 September 2013

Latihan Otak oleh : Tim Powe Brain Indonesia



Pendahuluan

Taukan anda, fakta membuktikan bahwa manusia hanya menggunakan tidak lebih dari 10%  kapasitas Otak. Jika seseorang dapat menggunakan 100%, apa yang terjadi?
·        Kita bisa menguasai 8 bahasa penting yang ada di dunia.
·        Kita bisa mengingat 3 buku telpon, dimana terdapat 5000 nama-nama beserta nomer telponnya, dll.

Disini saya juga ingin menjelaskan bahwa, secara anatomi tidak terdapat peerbedaan anatomi antara otak kita dengan seorang Albert Einstein. Karena permasalahannya adalah kita tidak sadar bahwa kita tidak tau akan kemampuan otak kita sebenarnya dan kita jarang sekali melatih otak kita secara teratur.

The Art of Influence : Rahasia tentang Menanamkan Pengaruh dalam 10 Menit


BAB I  
Macam-macam Gaya Menanamkan Pengaruh

1.      Gaya Memberitahu ( Seorang Analis )
Gaya Memberitahu biasanya ditandai dengan menggunakan logika, fakta opini dan ide. Orang dengan gaya ini biasanya memakai cara-cara langsung dalam mengemukakan ide-ide mereka dengan menggunakan bukti ( angka / data statistic ) dan argument ketimbang menekankan diri pada kecenderungan untuk memepengaruhi emosi. Contoh : Pengacara, Akademisi, Polisi atau Ditektif.

Orang yang mengngunakan gaya ini biasanya pintar memilih dan mengunakan kata-kata dengan cepat dan tepat, mereka biasanya mampu mempertahankan ide mereka dengan arguman yang logis. Orang dengan gaya ini memiliki cara pikir yang analitis. Mereka suka struktur dan pengorganisasian. Mereka juga suka mengikuti kebijakan dan prosedur.

Dalam mengabungkan atau menyatukan ide-ide mereka, biasanya orang dengan Gaya ini melakukannya dengan menyesuaikan ide-ide mereka kedalam struktur logika yang sudah ada.

Skill with People Les Giblin

Oleh : Gurnadi Ridwan

Buku Skill with People  karya Les Giblin adalah pedoman untuk kesuksessan karier, kehidupan berkelurga dan kehidupan sosial yang lebih baik. Buku ini mengajari kita bagaimana bersikap dan bermasyarakat. Bagaimana membuat relasi yang baik dengan orang lain.

DAFTAR ISI :
Memahami Manusia #1
Bagaimana Kita Belajar ( dan Membeli )

Memahami Manusia #2
Bagaimana Kita Mengingat Informasi

Memahami Manusia #3

        I.            Memahami Orang dan kodrat Manusia
     II.            Cara Terampil untuk Berbicara dengan Orang
   III.           Cara Terampil untuk Membuat Orang Merasa Penting
  IV.            Cara Terampil untuk Menyetujui Pendapat Orang
     V.            Cara Terampil untuk Mendengarkan Orang
  VI.            Cara Terampil untuk Mempengaruhi Orang
VII.           Cara Terampil untuk Meyakinkan Orang
VIII.         Cara Terampil untuk Membuat Orang Berkata “YA!”
   IX.           Cara Terampil untuk Menentukan Suasana Hati Orang
     X.           Cara Terampil untuk Memuji Orang
   XI.           Cara Terampil untuk Mengkritik Orang
XII.           Cara Terampil untuk Berterima Kasih pada Orang
XIII.         Cara Terampil untuk Menciptakan Kesan Baik
XIV.          Cara Terampil untuk Melakukan Percakapan


Rabu, 19 Juni 2013

“Pendidikan: Harus benar-benar”


            19 juni 2013, aku mengajar ngaji di pedongkelan. Langit kala itu tenang, setenang tengggelamnya surya di anatara sela-sela gedung. Pengajaran ngaji di mulai dari pukul 6.30 sampai 7.30 atau setelah masuk waktu isya. Aku datang lebih awal, kulihat beberapa anak sudah datang sambil bercanda ia menyapa kehadiranku “kakak, nanti ngaji tidak?”, dengan senyuman aku menjawab “ngaji donk, ayo panggil teman-teman yang lain”.

Setelah azan magrib berkumandang aku mempersiapkan diri untuk sholat berjamanah di musholah dekat dengan tempat mengajarku. Setalah selesai melaksanakan sholat aku dan pepe -pengajar ngaji dari pedeongkelan, menyiapkan barisan meja untuk anak-anak yang hendak belajar membaca iqro dan Al-quran di IC (Isalam Cemerlang), setelah memisahkan antara barisan putra dan putri -seperti biasa barisan putri jauh lebih tertib (ini menjadi pertannyaan kita bersama?) kami pun memulai mengajar, aku mengajar murid putra dan pepe mengajar murid putri. 

Satu-persatu baris mengahadap meja, secara bergiliran mereka mengantri membaca, setelah beberapa anak yang sudah membaca iqro dengan ku, aku bertemu dengan murid yang memberikanku pelajaran baru, dari awal aku sudah mengamatinya karena sebelumnya ia sempat menunjukan kekesalannya padaku, ia merasa aku terlalu lama mengajar anak yang lain, seolah tak sabar untuk meneguk segelas pengetahuan baru, ia merenge agar aku segera mengajarkannya membaca. Point positifnya adalah, ia memiliki semangat belajar yang tinggi. 

Rabu, 15 Mei 2013

MENGGUNAKAN PARADIGMA KONSTRUKTIVISTIK DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI



Oleh : Drs. Ikhwan M.Si2




A.   Pendahuluan
         Saat ini pembelajaran sosioplogi ibarat seorang yang mencari arah di persimpangan jalan. Menoleh kesana kemari, lalu memikirkan arah mana yang mesti di tempuh.Pada tingkat sekolah menengah kebingungan ini semakin memuncak ketika diberlakukannya kurikulum 2013. Pelaksanaan kurikulum 2013 bisa saja berdampak pada proses pembelajaran, dan sikap siswa terhadap mata pelajaran sosilogi. Muara dari  semua persoalan ini adalah rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, merosotnya aktivitas dan hasil belajar mereka.

BUKU TEKS SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI DALAM KURIKULUM 2013



 Oleh: Erianjoni, S.Sos, M.Si
(Prodi Pendidikan Sosiologi-Antropologi FIS UNP Padang)



 
ABSTRAK

Persoalan tentang buku teks dalam kebijakan kurikukulm baru menjadi sesuatu yang krusial untuk menjadi sebuah diskusi. Selain menuai banyak kritikan tentang kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013, isu pengadaan buku teks yang bersifat sentrilstik dan pembuatannya yang terkesan cepat dipandang oleh banyak fihak akan menjadi masalah baru, walaupun sistem penyeragaman ini dipandang untuk menghindari kesalahan konsep seperti buku teks yang sebelumnya dibuat oleh penerbit swasta dan membantu program pendidikan murah tetapi ada persoalan teknis dan non teksnis lain yang barangkali luput dari kacamata pengamat yang diprediksi akan memperburuk implementasi kurikulum 2013 tersebut.

Menumbuhkan Imajinasi Sosiologis sebagai Tujuan Pembelajaran Sosiologi

Dr. Robertus Robet (UNJ)
 




Pengantar
            Seminar pada hari ini pada dasarnya mau memeriksa segi-segi mendasar yang muncul atau yang bakal muncul dalam pengajaran mata pelajaran sosiologi dan antropologi: apa dan bagaimana kompetensi, substansi sosiologi dan antropologi untuk sekolah dalam kurikulum 2013. Untuk memenuhi keperluan itu, makalah berikut bermaksud menyampaikan beberapa pandangan ringkas mengenai kompetensi dan substansi kurikulum 2013, namun karena alasan kapabilitas, penulis hanya akan berfokus pada mata pelajaran sosiologi saja. 

TANTANGAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI DALAM MERESPON KURIKULUM 2013: SEBUAH PEMIKIRAN AWAL


Dr. Komarudin, M.Si[1]



[1] Tulisan ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Temu Forum Komunikasi Program Studi Pendidikan Sosiologi-Antropologi Indonesia di Universitas Negeri Jakarta, 15 Mei 2013.

KURIKULUM SOSIOLOGI ANTROPOLOGI 2013: TITIK LEMAH, RELEVANSI SOSIAL KEMASYARAKATAN DAN TANTANGAN PEMBELAJARANNYA



Oleh: Prof. Dr. Warsono (UNESA)





Perubahan dalam suatu  kehidupan merupakan sutu keniscayaan, yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Bahkan manusia sebagai agen perubahan dengan sadar melakukan perubahan untuk menuju kehidupan yang lebih baik.  Meskipun demikian, tidak semua orang siap menghadapi perubahan, termasuk dalam menghadapi perubahan kurikulum pendidikan nasional. 

ANALISIS KONSEP-KONSEP DASAR DALAM KURIKULUM SOSIOLOGI 2013


Dr. Linda Darmajanti, MT
Education’s purpose is to replace an empty mind with an open one[1]  Malcolm S. Forbes



Selasa, 05 Februari 2013

Motivasi Belajar (2011)

Belajar  ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpilah ketika orang lain berharap 
-William A Ward-
                                                                                    
Motivasi belajar bisa berasal dari internal atau eksternal diri. Contohnya dari faktor internal bisa berasal dari kebutuhan baik harga diri, rasa aman, aktualisasi diri dan kesadaran akan pentingnya belajar yang tinggi oleh diri kita sendiri. Sedangkan faktor eksternal bisa berasal dari lingkungan atau orang lain yang dapat mempengaruhi phsikologis seseorang dalam belajar.