Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2015

RESENSI BUKU: Mengapa Kita (Belum) Cinta Laut



RESENSI
Judul Buku 
: Mengapa Kita (Belum) Cinta Laut
Jenis Buku 
: Nonfiksi (Kumpulan Esai)
Judul
: Mengapa Kita (Belum) Cinta Laut?
Pengarang
: Muhammad RidwanAlimudin
Penerbi
: Ombak
Tahun
: 2013 (cetakan II)
Halaman
: 174




Kajian kelauatan dan masyarakat pesisir sekarang mulai disadari sebagai kajian yang penting. Negara Indonsesia adalah salah-satu negara yang memiliki sejarah laut yang besar terutama pada zaman Nusantara. Laut tidak  hannya menyumbang sendi ekonomi untuk manusia, ia juga menyumbang kekayaan bagi peradaban bahari bangsa. Kekinian laut menjadi sumber ekonomi masa depan, konsep ekonomi biru (Blue Economi) mulai marak dibicarakan. Zona laut kekinian banyak diperebutkan negara-negara tetangga, liat saja pulau Sipan dan Ligitan. M. Ridwan Alimudin mencoba menyadarkan kita tentang pentingnya mencintai laut, khususnya generasi muda. Penulis menyampaikan kumpulan esainya dengan bahasa yang mudah dicerna (popular) tetapi memiliki makna yang sangat kaya. Gagasan yang coba diangkat sangat tidak biasa, ia melihat nelayan sebagai subjek aktif dari pembangunan itu sendiri. Orang darat mengagap orang laut sebagai pelaut ulung atau penakluk laut, pernahkan menjadi nelayan? –gagasan yang menggelitik namun penuh makna. Sebagai seorang penulis, fotografer, dan jurnalis; M. Ridwan Alimudin mengajak kita untuk melihat laut sebagai budaya, laut sebagai mata ekonomi dan laut sebagai alat pemersatu bangsa.

Sabtu, 25 April 2015

Mengenal Community Development (Bagian 1)

“Ribuan kata, ciptakan wacana. Satu Aksi, ciptakan perubahan”
Oleh: gurnadi ridwan

  1. Pendahuluan
Community Development (CD) atau komunitas pembangunan, merupakan salah satu strategi dalam pembangunan social. Menurut Carrt J. (1970) Community Development adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh warga komunitas untuk bekerja sama demi masa depan komunitas itu sendiri. Dalam artian yang lebih luas Taliziduhu (1990) menjelaskan Community Development sebagai perubahan social berencana dimana sesaranya adalah perbaikan dan peningkatan bidang ekonomi, teknologi, social bahkan politik. Dalam artian yang lebih sempit Community Development sebagai perubahan berencana di lokasi tertentu, seperti kampung, desa atau perkotaan.

Jumat, 10 April 2015

FENOMENA PEREBUTAN RUANG EKONOMI

(Studi Kasus Komunitas Nelayan Karangsong Indramayu Jawa Barat)

Abstracts
The research aims to identify conflicts in fishermen community under the Dahrendrof’s theory of conflict. The research is done qualitatively using case study method. The researcher conducted interviews, observations, bibliograpic studies to collect both primary and secondary data. The result showed that the natures and characteristics of conflict among fishermen are divided into two, namely latent and manifest conflicts. Those characteristics of conflicts create smaller group of conflicts in the economic space competition. Conflicts among fishermen community in Karangsong Indramayu West Java are the potential trigger for social changes.
Keywords : Fishermen conflicts and fisheries resources

Selasa, 20 Agustus 2013

(OUTLINE SKRIPSI) Civic Space : Kemandirian di Tengah Konflik Ruang Sosial Nelayan Karangsong Indramayu Jawa Barat


Oleh:  Gurnadi Ridwan[1]

            Desa Karangsong adalah salah satu desa di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat. Karangsong memiliki luas wilayah  243.067  Ha, dengan batas wilayah Desa Pabean Udik di sebelah utara, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Tambak, disebelah barat berbatasan dengan Keluarahan Paoman, dan disebelah timur  berbatasan dengan Laut Jawa.

            Sebagai pelabuan baru, Karangsong mengalami kemajuan. Pelabuan ini sudah ada sejak tahun 90-an, akan tetapi mengalami perbaikan pada tahun 2004, dan pada tahun 2008 pelabuan ini sudah menjadi pelabuan dengan omset terbesar se-Jawa Barat. Sebagai pelabuan Karangsong memiliki daya tarik investor yang tinggi, sehingga menimbulkan geliat ditingkat  civil. Berbagai pemain baru dengan modal besar menanamkan investasinya baik berupa pembelian kapal atau jual-beli ditempat Pelelangan Ikan. Dampak dari kemajuan tersebut adalah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga wajar jika mayorita penduduk karangsong adalah nelayan. 

Senin, 15 Juli 2013

RAMADHAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PROFETIK


Oleh : AT. Alkhudri An – Nawawi III., M.Si

Makna Esensial Ramadhan
Fenomena Ramadhan selalu menghadirkan nuansa dan pernak-pernik yang menarik untuk dikaji. Tak mengherankan jika Ramadhan menjadi komodifikasi yang sangat laku di pasaran. Sebab Ramadhan hadir dalam wujud dialektis antara wahyu Tuhan (puasa) dengan nilai-nilai budaya masyarakat. Antara entitas yang sakral dengan bungkus yang profan. Antara penghambaan ilahiyah dan kesadaran sebagai manusia. Dalam konteks inilah entitas yang sakral (puasa, tarawih, dan lainnya) memiliki peranan penting sebagai tindakan simbolik yang merepresentasikan makna agama. Makna yang tentunya berimplikasi kualitatif. Dan, makna yang tidak sekedar berdimensi teologis semata. Karena hakikat berpuasa bukan sekedar ritual keagamaan, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kesadaran, hidup toleran dan kebersamaan yang relevan dengan nilai-nilai kebangsaan dan semangat kemerdekaan yang dalam kondisi nyata saat ini tengah rapuh, mencair, dan kian tercerabut.

Rabu, 15 Mei 2013

MENGGUNAKAN PARADIGMA KONSTRUKTIVISTIK DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI



Oleh : Drs. Ikhwan M.Si2




A.   Pendahuluan
         Saat ini pembelajaran sosioplogi ibarat seorang yang mencari arah di persimpangan jalan. Menoleh kesana kemari, lalu memikirkan arah mana yang mesti di tempuh.Pada tingkat sekolah menengah kebingungan ini semakin memuncak ketika diberlakukannya kurikulum 2013. Pelaksanaan kurikulum 2013 bisa saja berdampak pada proses pembelajaran, dan sikap siswa terhadap mata pelajaran sosilogi. Muara dari  semua persoalan ini adalah rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, merosotnya aktivitas dan hasil belajar mereka.

BUKU TEKS SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI DALAM KURIKULUM 2013



 Oleh: Erianjoni, S.Sos, M.Si
(Prodi Pendidikan Sosiologi-Antropologi FIS UNP Padang)



 
ABSTRAK

Persoalan tentang buku teks dalam kebijakan kurikukulm baru menjadi sesuatu yang krusial untuk menjadi sebuah diskusi. Selain menuai banyak kritikan tentang kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013, isu pengadaan buku teks yang bersifat sentrilstik dan pembuatannya yang terkesan cepat dipandang oleh banyak fihak akan menjadi masalah baru, walaupun sistem penyeragaman ini dipandang untuk menghindari kesalahan konsep seperti buku teks yang sebelumnya dibuat oleh penerbit swasta dan membantu program pendidikan murah tetapi ada persoalan teknis dan non teksnis lain yang barangkali luput dari kacamata pengamat yang diprediksi akan memperburuk implementasi kurikulum 2013 tersebut.

Menumbuhkan Imajinasi Sosiologis sebagai Tujuan Pembelajaran Sosiologi

Dr. Robertus Robet (UNJ)
 




Pengantar
            Seminar pada hari ini pada dasarnya mau memeriksa segi-segi mendasar yang muncul atau yang bakal muncul dalam pengajaran mata pelajaran sosiologi dan antropologi: apa dan bagaimana kompetensi, substansi sosiologi dan antropologi untuk sekolah dalam kurikulum 2013. Untuk memenuhi keperluan itu, makalah berikut bermaksud menyampaikan beberapa pandangan ringkas mengenai kompetensi dan substansi kurikulum 2013, namun karena alasan kapabilitas, penulis hanya akan berfokus pada mata pelajaran sosiologi saja. 

TANTANGAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI DALAM MERESPON KURIKULUM 2013: SEBUAH PEMIKIRAN AWAL


Dr. Komarudin, M.Si[1]



[1] Tulisan ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Temu Forum Komunikasi Program Studi Pendidikan Sosiologi-Antropologi Indonesia di Universitas Negeri Jakarta, 15 Mei 2013.

KURIKULUM SOSIOLOGI ANTROPOLOGI 2013: TITIK LEMAH, RELEVANSI SOSIAL KEMASYARAKATAN DAN TANTANGAN PEMBELAJARANNYA



Oleh: Prof. Dr. Warsono (UNESA)





Perubahan dalam suatu  kehidupan merupakan sutu keniscayaan, yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Bahkan manusia sebagai agen perubahan dengan sadar melakukan perubahan untuk menuju kehidupan yang lebih baik.  Meskipun demikian, tidak semua orang siap menghadapi perubahan, termasuk dalam menghadapi perubahan kurikulum pendidikan nasional. 

ANALISIS KONSEP-KONSEP DASAR DALAM KURIKULUM SOSIOLOGI 2013


Dr. Linda Darmajanti, MT
Education’s purpose is to replace an empty mind with an open one[1]  Malcolm S. Forbes



Selasa, 05 Februari 2013

Berfikir Sosiologis (2013)

Sosiologi adalah disiplin ilmu yang lahir pada abad 19, bermula dari aguste comte yang menggunakan istilah sosiologi pada ilmu sosial yang berfokus pada masyarakat ini. sosiologi kemudian mulai diminati dan dilirik ilmu sosial sebagai studi kemasyarakatan. Kata sosiologi diambil dari gabunan dua kata socius (romawi) dan logos (yunani), yang berarti ilmu berteman, ilmu tentang teman, ilmu yang membahas relasi timbal-balik atau studi kemasyarakatan.

Sosiolog dituntut memiliki pandangan yang kuat secara keilmuan, artinya antara orang biasa dan sosiolog harus memiliik nilai yang beda dalam memandang masalah sosial dan kesehariaan. Contoh : orang biasa memandang toilet adalah tempat buang hajat, maka seorang sosiolog harus memiliik pandangan yang lebih luas. Toilet ini bisa dikaji dari segi bentuk yang kemudian memiliki perbedaan antara toliet-toilet di dunia, ini aspek budaya. kedua  mencari tau sejarah dari masing-masing asalnya dapat menjawab pertannyaan seperti kenapa berbentuk demikian dan bagaimana cara digunakannya. Ketiga cara atau sistem toilet itu bekerja meunjukan nalar fikir seorang pembuat atau suatu bangsa. Keempat bicara mengenai toilet maka berbicara masalah sanitasi dan kesehatan, sebelum ada WC hampir 40% masyarakat dunia hidup tanpa toilet, disini kita bisa melihat toilet sebagai produk sosial memiliki sifat sosiologis. Harvey Molotch adalah pakar sosiologi perkotaan yang sedang meneliti masalah barang/stuff -sosiologi toilet.

“Melihat dari sudut pandang desa” (2010)



Tema : Fenomena Urban  
Meledaknya Urban dan Bertambahnya Penduduk Miskin Kota

          Memasuki abad milenium kedua, sebagian besar negara periferi makin mendongkrak pembangunan dari pusat Ibu Kota sampai ke Desa terpencil. Akan tetapi pesatnya pembangunan tidak dibarengi dengan pemerataan antara kota dan desa, sehingga pembagunan pun menjadi asimetris. Angka urbanisasi yang meledak dari tahun-ketahun penulis rasa juga diakibatkan dari ketidak meratayan pembangunan.

 
 Tingginya tingkat urbanisasi membuat kota menjadi sarang kriminalitas, banyak hal yang mendorong masyarakat bertindak negatif, hal ini akibat kontestasi pekerjaan yang ketat (persaingan horizontal atau pencarian lapangan pekerjaan), sebagaian orang mengunakan jalan pintas semata-mata untuk memenuhi standar kebutuhan primernya/ terlepas penyakit phiskologis dan sosialisasi lingkungan sosial. Selain itu perkampungan kumuh yang berdiri dipusat dan pinggiran kota mulai meningkat dari tahun-ketahun. Para urban umumnya ketika ke kota tidak memiliki kemampuan yang memadai sehingga keberadaan mereka hanya menambah kepadatan kota dan angka kemiskinan. Kebanyakan kaum urban  hanya bermodal nekat dan tidak sedikit yang mengandalkan teman dan saudaranya yang sudah tinggal terlebih dahulu.

Aku Berfikir “MONAS” (2010)

      Siapa yang tak kenal MONAS? Monumen Nasional yang ada di jantung Ibu kota ini menggambarkan sejarah bangsa yang panjang. Emas di atasnya seolah mengatakan bahwa negeri ini kaya akan sumber daya alam.

Jasa Pemasangan Jok Motor Dan Gaya Perkotaan : Studi kasus, Bengkel Jirin Pulo Gebang Jakarta Timur 2011


Abstraksi

   Tulisan ini akan membahas mengenai jasa pemasangan jok motor sebagai kapital ekonomi dan gaya perkota, hal ini dikarenakan bengkel jok motor tumbuh setelah meroket atau meledaknya pembelian kendaraan bermotor di Indonesia, khusunya di daerah perkotaan. Bisnis jok motor sekarang ini menjadi salah satu pilihan bisnis yang dapat diperhitungkan, apa lagi di daerah kota-kota besar yang notabennya ramai akan kendaraan bermotor. Diakhir tahun 2000an jok motor sebagai konsumsi primer berubah  menjadi konsumsi sekunder bahkan konsumsi sibolik, hal ini sangat menarik dikaji karena kita bisa lihat tingkat konsutif dan gaya hidup masyarakat perkotaan yang tinggi.    

Feminisme


   Perempuan beranggapan bahwa status mereka kurang beruntung dari pada laki-laki. wanita tidak memiliki hak untuk mendapatkan politik, hak memilih, pendidikan dan pekerjaan terutama dalam upah. Kedudukan perempuan dianggap tidaklah setara dengan laki-laki dan di nomor duakan.

Kata feminisme sendiri terbentuk pertama kali berawal dari gerakan-gerakan wanita di Eropa yang berujung di Amerika. Perjuangan aktivis gerakan itu melahirkan gelombang pertama feminism dalam menuntut kebebasan perempuan sedunia.

Teori feminis adalah sebuah generasi dari berbagai system gagasan mengenai kehidupan sosial dan pengalaman manusia yang dikembangkan dari perspektif yang terpusat pada wanita. Kenapa demikian karena sasaran utama studinya bertitik tolak pada wanita, mulai dari pengalaman sampai situasi yang dialami wanita dalam lingkungan sosial. Kedua, sasaran sentral yang dituju dalam teori ini adalah wanita dan ketiga teori feminis berasal dari kepentingan wanita. Tujuan feminisme adalah menunjukan bagimana penilaian tentang suatu kondisi sosial dimana perempuan menempuh kehidupan mereka membuka kesempatan untuk merekonstruksi dunia mereka dan menewarkan kepada mereka prospek kebebasan di masa depan.

Selasa, 10 Juli 2012

KKL: Moral Ekonomi Petani Masyarakat (Belum di Edit)

(Studi Kasus Desa Dukuh Tengah Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal  Propinsi Jawa Tengah)




Disusun Oleh:
Gurnadi Ridwan
Iqbal Aminuzal
Neny Mulyaningsih
Nesa Febrisanti

Sosiologi Pembangunan ( Non Reguler )’09
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Jakarta
2012